Dingin semakin asyik mencembui malam
Pada helai daun bertengger apik butiran rintik
Bagaikan kasmaran yang enggan berpisah
Di atas langit yang kelam
Sinar bulan pun tiada terlihat menyinar
Riuh walet rumahan terdengar nyanyian sumbang yang menyesatkan
Pada persimpangan yang sunyi
Di antara paling pjnggir jalan
Lelaki pemecah batu berdawai puisi duduk sendiri
Mulutnya teekatup rapat sepasamg mata tuanya menatap kosong
Lelaki itu kehilangan bayangannya
Dan ia menduga karna sinar bulan tiada hadir malam ini
Menjadi aksara matinya kehilangan ruh
Ia pun hanya bisa diam memagut
Lalu memutar kembali kenangan
Selayaknya pungguk merindukan bulan
Sigondrong Dalamdiam
13Juli2021

Social Plugin